Jun 01

Manajemen Perubahan Sodara Sodara !!!

Waktu kuliah dulu saya pernah dapet mata kuliah Manajemen Perubahan. Kuliahnya sih ringan saja, membahas tentang perubahan yang dilakukan sebuah perusahan agar dapat mencapai tujuan bisnis. Tapi buat saya, inti dari mata kuliah ini cuma satu yaitu : CHANGE or DIE!

Mengapa kita harus berubah?
Karena lingkungan kita berubah.
Perubahan yang kita lakukan adalah bentuk penyesuaian diri kita terhadap hal-hal yang terjadi disekitar kita. Penyesuaian diri terhadap lingkungan adalah sifat dasar manusia yang tujuannya tak lain adalah untuk bertahan hidup.

Perubahan bukan sesuatu yang harus ditakutkan. Perubahan, sebesar apapun itu, harus kita hadapi dengan berani. Sebab itulah diadakan mata kuliah Manajemen Perubahan. Karena pada dasarnya manajemen adalah seni, artinya tidak ada cara apapun yang dianggap paling benar untuk menghadapi perubahan itu. Yang terpenting adalah tercapainya suatu tujuan.

Waktu masih jadi mahasiswa, kalimat change or die ini ga terlalu berarti, buat saya kalimat itu cuma sekedar kunci agar nilai mata kuliah Manajemen Perubahan saya bisa dapat A.

Tapi setelah saya memasuki dunia kerja, kalimat itu langsung bermakna luar biasa.
CHANGE or DIE! Itu sejenis mantra yang memicu saya untuk tetap waras.
Saya menghafalkan, meresapi, memahami, menjiwainya…
Mengapa demikian?

Di dunia kerja yang saya sudah selami setahun terakhir ini, perubahan adalah sebuah makanan sehari-hari, bahkan seperti rutinitas saja. Mulai perubahan kelas kambing sampai perubahan kelas kakap selalu terjadi dan bertubi-tubi.

Perubahan kecil yang terjadi sudah gak bikin saya goyah.. Hati dan pikiran sudah tahan.. Misalnya perubahan intranet, yaitu sistem kerja di kantor yang mengurus work flow saya dengan bos-bos.

Perubahan moderat mulai bikin saya cemas.
Misalnya perubahan tim kerja. Yang ini benar-benar menguras habis energi saya. .
Sebulan sekali ada saja partner yang re-sign atau dipindah ke divisi lain. Setiap sabtu ada farewell.. Sedih deh, kalo partner kerja gonta ganti melulu kapan tim nya bisa solid..?

Contoh lain perubahan moderat adalah perubahan request client. Ya Tuhaan…yang ini bener-bener bikin energi saya mines..
Client itu ya bisa hari ini bilang A, besok bilang B, lusa A lagi…ya sudahlah client sehari berubah A ke Z pun saya harus terima, la wong duit mereka yang jadi gaji saya.

Perubahan dahsyat adalah: GANTI KERJAAN BARU! alias kita yang resign… Inki perubahan dahsyat, at least begitulah menurut saya. Ganti kerjaan berarti kita ninggalin lingkungan lama dan masuk ke lingkungan baru. Di lingkungan yang baru kita harus beradaptasi lagi, belajar lagi..
Masih banyak loh orang yang ga berani menghadapi perubahan besar karena merasa takut, akhirnya mereka ga maju, kapasitasnya segitu-gitu aja. Stagnan.

Dunia kerja memaksa saya untuk mengingat kembali mata kuliah manajemen perubahan. Mengingatkan saya untuk berani menerima tantangan dan mengambil resiko untuk keluar dari comfort zone dan mencoba sesuatu yang baru.

CHANGE or DIE! Akhirnya kita harus camkan itu dalam hati dan pikiran kita. Kalau kita ga berani berubah siap-siap saja berdiri di paling belakang, dan akhirnya kita dilupakan.

Jakarta, 1 Juni 2012


May 04

Selamat Berakhir Pekan

Gak tau kenapa tiba-tiba  lagu Firework by katy Perry jadi  terdengar berbeda.

Saya  lagi gak perryaca diri  karena IPK saya gak sampe 3, sehingga sulit rasanya diterima bekerja di multinational company impian saya. Trus saya dengar Katy Perry bilang :

Cause baby, you’re a firework
Come on, show ‘em what you’re worth
Make ‘em go,
As you shoot across the sky

 

Saya  berfikir kenapa saya gak pernah dipanggil interview di perusahaan-perusahaan yang saya kirimi CV Trus saya dengar Katy Perry bilang :

Maybe you’re reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it’s time, you’ll know

 

Saya ingin punya waktu untuk menulis. Menulis  adalah passion saya. Tapi kadang-kadang saya terlalu sibuk bekerja, sehingga tidak pernah punya waktu. Saya takut meninggalkan pekerjaan saya.

Trus saya dengar Katy Perry bilang :

You don’t have to feel like a waste of space
You’re original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

 

Saya  harus percaya diri. Seperti kata Katy Perry :

Do you know that there’s still a chance for you
‘Cause there’s a spark in you?
You just gotta ignite the light and let it shine

 

Selamat berakhir pekan,

 

Jakarta, 4 Mei 2012


Apr 06
My Red Velvet crepes (Taken with instagram)

My Red Velvet crepes (Taken with instagram)


Apr 05
Tin Hau Station (Taken with instagram)

Tin Hau Station (Taken with instagram)


Apr 05
Fruit seller (Taken with instagram)

Fruit seller (Taken with instagram)


Mar 26

Hasil Evaluasi Jalan-Jalan

Learning from my trip to Hk :

  1. Perhatikan cuaca. Merasa 22 derajat itu hangat..pikir lagi deh…

  2. Stick to the plan. Banyak improvisasi bisa bikin ga jalan-jalan jadi ga efektif dan ga efisien.

  3. Beli sim card local. Ga punya internet di tempat asinh itu berpotensi kesasar konyol. Ga seru..ngabisin waktu

  4. Bawa air putih sendiri. Beli mahal. Bah…!!

  5. Susun itinarary dengan pola 1 acara major, sisanya acara minor.. So jalan-jalan nya lebih fokus pada acara major dan ga sedih kalo yang minor ga terlaksana atau ketunda..

Hong Kong, 26 maret 2012


Mar 05
Life is what happens to you while you’re busy making other plans
John Lennon

Feb 15

Dear Chinny Emma

Chin, coba gue tanya, berapa lama ya kita sudah berteman?! Satu dekade udah lewat chin… Kita udah kenal dari jaman kita masih teenager..udah kenal dari jaman kita masih anak perempuan bahkan mungkin masih pake miniset..

Malam ini, emo banget deh gue.. Kita tampak kaya makan malem biasa aja.. Padahal sebenernya itu farewell..

Banyak hal yang malem ini muter-muter dipikiran gue,chin..

Karena kesibukan gue sekarang, selama lo di Indo, kita jadi jarang banget yah ketemu..
Tapi gue yakin sama prinsip kita kok, yang penting KUALITAS bukan Kuantitas..

Besok siang, lo udah bakal menghirup udara Taiwan dan mulai hidup baru ya di sana.. Mulai masuk medan perang baru..
Perang baru, lawan baru, perjuangan baru.. Tapi gue sih tutup mata lah.. Lu mah pasti menang, kalo cuma gelar best student mah pasti lu gondol pulang…

So pesen gue, selamat berjuang ya kawan..
Gue juga di sini masih berjuang… Perang gue disini lagi sengit-sengit nya.. Doain gue menang juga ya.. Kita saling mendoakan ya.. Biar kata kita bakal berdarah-darah,kita pulang harus bawa piala, bawa medali, bawa grand prize.. Hehehe

Cari jodoh ya di sana..
Belajar bahasa yang bener..
Besok-besok gue mampir sana ya..

Baca The Secret gue ga percaya chin, ga mempan deh.. Tapi Gara-gara lu, gara-gara liat idup lu Chin, gue percaya kalo dreams do come true.. Gue percaya kalo perbuatan baik menghasilkan pahala baik dan karma kita pun jadi baik..

Tahun depan balik Indo dibaptis ya..
Udah 2012, mau kiamat, masih juga lo belum terima Yesus..apa kata bu Ida, bu irene dan pak paulus nanti hehehe


Kalao jaman yesus dulu, makan malam yadi itu adalah last supper, besok lu siap-siap di salib… Ehehhe tenang 3 hari bangkit lagi kok :p

Dadah Chinny…
siap-siap liat panda bareng yaaa…

✗o✗o
C.RT


Feb 05

Gue di Perjalanan Menuju Jakarta

Eh, masih ada salak.

Gue selalu diajarin kalo lagi di kendaraan umum, jangan ngobrol dengan orang yang tidak dikenal (takut dihipnotis). Dan jangan terima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal (takut dikasi obat tidur).
Makanya kenapa sekarang gue gak nawarin salak ke om-om sebelah gue. Bukan maksud hati gak sopan, tapi semata-mata karena gue gak mau dituduh pelaku kejahatan di kendaraan umum.

Tadi abis makan basreng, yang bisa bikin pencernaan kelewat lancar. Sekarang makan salak yang bisa bikin pencernaan tersendat. Oke, itu contoh food combaining,bukan?!

Tol Cikampek, 5 Febuari 2012


1
Jan 15

Chinese Tradition That We Should Know..

Seputar Imlek.

Ternyata masih banyak orang Tionghoa yang belum tahu bagaimana seharusnya melakukan soja yang benar. Cara soja yang benar berdasarkan pedoman seharusnya “YANG” memeluk “YIN” atau tangan kanan dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan dan jari jempol harus berdiri lurus, dan menempel keduanya. Soja kepada yang lebih tua dengan mengangkat sejajar mulut;  soja kepada yang seumuran sejajar dengan dada; soja kepada yang lebih muda sejajar dengan perut; sedangkan soja kepada para dewa harus sejajar  dengan mata; dan kalau soja kepada Tuhan harus di atas kepala.

Pada masa dulu di hari raya tahun baru Imlek, orang  saling  mengucapkan “Sin Cun Kiong Hie” (Xin Chun Gong Xi) yang berarti  selamat  menyambut musim semi atau selamat tahun baru, tetapi ucapan demikian  sekarang  sudah kuno alias tidak trendi lagi, karena telah diganti  dengan  ucapan “Gong Xi Fa Cai” atau (Kiong Hie Hoat Tjay) yang berarti  semoga  sukses selalu atau selamat jadi kaya, maklum generasi sekarang lebih  ke  money oriented begitu, dan bagi mereka yang ingin mengucapkan selamat  tahun  baru Imlek dengan kalimat yang lebih afdol lagi lihat text dibawah  ini:

“Gong Xi Fa Cai - Wan Shi Ru Yi - Shen Ti Jian Kang” Yang berarti: “Semoga sukses selama-lamanya & selalu dalam keadaan  sehat” Tradisi tahun baru Imlek selalu dikaitkan pula dengan pemberian  Angpao. Kata  Angpao itu sendiri berasal dari dialek Hokkian yang arti harfiahnya
adalah bungkusan atau amplop merah. Warna merah itu dalam budaya Tionghoa berarti lambang warna pembawa hokie maupun kegembiraan.

Angpao bukan hanya diberikan pada saat tahun baru Imlek saja,  melainkan lazim juga diberikan pada saat pesta pernikahan, masuk rumah baru,  ulang tahun maupun acara-acara pesta lainnya.

Yang berkewajiban memberi Angpao pada umumnya orang yang telah berkeluarga, sebab dalam budaya Tionghoa; pernikahan itu merupakan batasan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Disamping itu orang yang telah menikah, kebanyakan secara ekonomi pasti sudah jauh lebih mapan. Walaupun demikian bagi mereka yang belum menikah, tetapi ingin juga turut memberikan Angpao, maka sebaiknya uang tersebut diberikan dengan tanpa menggunakan amplop  merah.

Kewajiban memberi Angpao bukan terhadap anak-anak saja, melainkan  juga kepada orang yang dituakan. Pemberian Angpao pada hari Tahun Baru Imlek itu sendiri sebenarnya mempunyai makna yang lebih dikenal dengan sebutan “Ya Sui” yang berarti hadiah untuk anak-anak dalam rangka penggantian tahun maupun pertambahan usia.

Tradisi Ya  Sui ini sudah dikenal sejak zaman Ming dan Qing.Karakter Sui dalam Ya Sui berarti “umur”, dan ini sebenarnya  mempunyai lafal  yang sama dengan karakter Sui lainnya yang berarti “bencana”. Jadi, Ya Sui  ini bisa juga diartikan sebagai simbol atau lambang untuk penangkal bencana;  dengan harapan anak-anak yang mendapatkan hadiah Ya Sui tersebut akan  terlindungi selama setahun mendatang dengan tanpa adanya gangguan penyakit  maupun bencana.

Sebenarnya kalau ditelusuri dengan benar, pemberian Angpao ini belum dikenal ketika jaman dahulu, sebab mereka baru mengenal dan baru menggunakan uang kertas pada pada zaman dinasti Song dan uang kertas tersebut baru benar-benar menyebar luas secara resmi pada zaman dinasti
Ming. Nominal uang kecil yang beredar di Tiongkok pada saat itu masih dalam bentuk koin perungu yang diberi lobang segi empat ditengahnya dan ini lebih dikenal dengan nama Wen atau Tongbao. Koin-koin yang akan dihadiahkan tsb sebelumnya di ikat terlebih dahulu menjadi untaian uang dengan menggunakan tali  merah. Orang-orang kaya memberikan untaian uang sampai 100 koin, sebab ini  juga melambangkan umur panjang.

Demikian Sekilas tentang tata cara soja, tradisi Imlek dan Angpao yang sampai sekarang masih dijalankan

Kata “Imlek” berasal dari dialek bahasa Hokkian yang berarti “penanggalan bulan” atau “yinli” dalam bhs Mandarin. Tahun Baru Imlek di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan “Chunjie” (perayaan musim semi). Kegiatan perayaan itu disebut “Guo nian” (memasuki tahun baru), sedang di Indonesia lebih   dikenal dengan sebutan “konyan”. Di Indonesia mereka merayakan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM, sehingga dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan masehi itu berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat ini 2006, maka tahun Imleknya menjadi 2006 + 551 = 2557.

Hanya sayangnya di kebanyakan negara lainnya diluar Indonesia; mereka merayakan tahun baru Imlek bukannya tahun 2557 melainkan tahun 4643, sebab dalam sejarah tercatat, bahwa penanggalan Imlek dimulai sejak tanggal 8 Maret 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee / Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Jadi tepatnya ialah 4643 tahun yang lampau, maklum bagi mereka tahun baru Imlek hanya berdasarkan perayaan budaya saja,  jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan Kong Hu Chu.

Apabila orang ingat Imlek otomatis ingat Angpauw (Hokian) atau Hong Bao (Mandarin) yang artinya amplop merah berisi uang. Angpauw ini bukan hanya digemari oleh anak-anak saja bahkan para pejabat jaman sekarang ini juga senang sekali mendapatkan angpauw.

Konon Angpauw ini bukan hanya sekedar dapat membawa keberuntungan saja, bahkan dapat melindungi anak-anak dari roh jahat, sebab uang (qian) secara harfiah berarti dapat “menekan kekuatan jahat” atau “ya sui qian”, masalahnya ada roh jahat yang bernama Sui; yang selalu hadir setahun sekali untuk mengganggu anak-anak kecil, maka dari itu di usulkan sebagai penangkal
roh tersebut, sebaiknya ditaruh koin yang dibungkus dengan kertas merah sebagai tumbal dibawah bantalnya mereka. Maklum unsur api yang membakar pada warna merah dapat melindungi dari pengaruh jahat. Sama seperti kalho Dracula lihat salib begitu.

Menurut adat kuno, yang boleh pergi keluar bersilaturahmi di hari pertama tahun baru Imlek, hanya kaum pria saja, tetapi sekarang adat ini sudah tidak berlaku lagi. Dan yang kudu dikunjungi secara berturut-turut adalah orang tua suami, setelah itu baru orang tua isteri. Lalu ke sanak keluarga
lainnya. Perlu diketahui bukan hanya orang Jawa saja yang melakukan adat sungkem, orang Tiong Hoa juga demikian yang disebut tee-pai.

Sedangkan makanan yang berkaitan erat dengan hari raya tahun baru Imlek adalah kueh keranjang (nian gao). Kata “kue” atau gao memberikan makna yang sama dengan kata dan arti “tinggi”, sedangkan kata nian berarti “tahun” jadi secara simbolis diharapkan jabatan maupun kemakmuran semakin tahun dapat naik semakin tinggi. Oleh sebab itulah juga di Kelenteng banyak kueh kerajang yang dijadiken sesajen disusun secara bertingkat.

Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang yang dijadikan sesaji sembahyang ini, biasanya dipertahankan tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15).

Di malam tahun baru orang-orang biasanya bersantap di rumah atau di restoran. Setelah selesai makan malam mereka bergadang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa masuk ke rumah dengan leluasa.

Disamping itu berdasarkan mitos atau dongeng Dewa yang paling bisa mengetahui, keadaan kita dirumah adalah Dewa Dapur “Zao Wang Ye” (Ciao Ong Ya = Hokkian) sebab segala macam gosip banyak disebar luaskan pada saat sedang kongkouw di dapur, disamping itu dari makanan yang disajikan kita bisa mengetahui keadaan keluarga tersebut, apakah mereka keluarga mampu ataukah miskin. Setahun sekali sang Dewa Dapur ini pulang mudik cuti untuk sekalian laporan ke Sorga. Sang Dewa Dapur ini terkesan reseh dan bawel, maka dari itu untuk menghindar agar ia tidak memberikan laporan yang ngawur, maka sebaiknya mulutnya disumpal terlebih dahulu dengan “Kueh Keranjang” agar mulutnya jadi lengket dan akhirnya tidak bisa banyak bicara dan kalau bisa bicara sekalipun pasti hanya hal yang manis-manis saja.

Oleh sebab itulah juga diatas altar dari Dewa Dapur sering diletakan kertas yang bertulisan: “Dewa yang mulia, ceritakanlah hanya kebaikan kami saja di langit dan bawalah berkat kembali apabila Anda turun dari langit”.

Makanan lainnya yang sering disajikan menjelang Imlek adalah ikan bandeng, sebab ikan ini melambangkan rezeki. Dalam logat Mandarin, kata “ikan” sama bunyinya dengan kata “yu” yang berarti rezeki.

Selain ikan bandeng yang juga kudu disuguhkan adalah jeruk kuning, yang lazim disebut sebagai “jeruk emas” (jin ju). Kalau bisa dicarikan jeruk yang ada daunnya sebab itu melambangkan kekayaannya akan bertumbuh terus. Kata “jeruk” dalam bhs Tionghoa bunyinya hampir sama dengan “Da Ji”, sedangkan arti kata dari “Da Ji” itu sendiri berarti besar rejeki.

Sedangkan untuk buah “Apel” (pin guo ) mempunyai arti “ping ping an an” sama artinya dengan ” Da li” yang berarti besar kesehatannya dan keselamatannya dan untuk buah pear melambangkan kebahagian yang atinya ” Sun Sun li li”.

Oleh sebab itu ketiga macam buah ini selalu menghiasi meja sembahyangan yang mengartikan ” Da Ji Da Li Sun sun li li” = “Besar rejeki, besar kesehatan & keselamatannya dan besar pula kehabagiaannya”

Begitu juga dalam memberikan entah itu uang ataupun barang maupun buah-buah
sebaiknya dalam kelipatan dua jadi angka genap begitu, sebab terdapat sebuah pepatah Tionghoa terkenal yang berbunyi “Hao Shi Cheng Shuang”, yang secara harafiah dapat diartikan “Semua yang baik harus datang secara berpasangan”.

Dan agar rezekinya tidak tersapu habis keluar, maka diwajibkan menyembunyikan sapu, karena ada pantangan dimana tidak boleh menyapu dalam rumah pada hari Imlek dan dua hari sesudahnya.

Dan sudah tentu pada hari raya Imlek sebaiknya pasang petasan, karena ini bisa mendatangkan keberuntungan dan perdamaian sepanjang tahun. Petasan sudah ada sejak Dinasti Tang (618-907). Konon menjelang tahun baru Imlek sering berkeliaran monster jahat yang bernama Guo Nien, hanya sayangnya monster ini masih kurang sakti, sehingga selalu ngacir ketakutan apabila mendengar bunyi mercon, apalagi kalau melihat cahaya kilat yang keluar dari ledakan mercon tersebut .

*fancy info from my Uncle..
Happy chinese new year everyone.. :)


Nov 23

Sesendiri-sendirinya saya tinggal di Jakarta, saya gak pernah ngerasa kesepian. Karna saya tau, jauh disana ada orang yang sayang dan selalu dukung saya. Tapi waktu orang yang paling saya percaya mengecewakan saya, di keramaian pun saya merasa sepi. Saya sendirian.


Yang gak Open Minded Jangan Baca… Capek saya Capek!

huff… 

Hijrah dan pindah ke Jakarta terdengar keren. tadinya saya pikir juga begitu. 

Seperti permen karet, banyak hal yang terasa manis di awal dan lama-lama jadi hambar. Yah begitulah sepertinya hidup saya sekarang. Setelah hampir setengah tahun menjalani kehidupan ibu kota, satu kesimpulannya : CAPEK!

Awalnya semua tampak menarik dan menantang. Tapi sekarang?

Coba bayangkan, setiap minggu itu ada 7 hari :

Hari Selasa adalah deadline materi iklan. Paling bagus bisa pulang jam 8.

Senin - Jumat, wara-wari banyak urusan di jalan, ya meeting lah, ya nyales lah. Paling bagus ada supir yang nganter. Saya cukup duduk manis di mobil, dan bisa curi-curi tidur di jalan.

Pada umumnya jam kerja kantor sama dengan jam 08.00 - 17.00

TAPI..

Begini soal cerita nya :

Jika setelah jam makan siang saya keluar kantor, Maka saya akan balik kantor jam 5 atau jam  6an. Jika mengikuti jam kerja yang berlaku pada umumnya maka, setelah sampai kantor jam 6 saya akan…?? PULANG?! JANGAN HARAP..!!

Skenario satu : 

Sampai kantor jam 6 saya ngadep bos untuk laporan, dapet ceramah, lanjut selesaikan kerjaan yang ketunda tadi siang. Sampailah jam 8. Saya baru pulang.

Skenario dua : 

Sampai kantor jam 6. bos gak ada. Saya ketak-ketik sedikit. beres-beres terus jam 7 pulang. ini skenario yang paling disyukuri. terjadinya pun jarang-jarang.

Skenario tiga : 

Sampai kantor jam 6. Bos ada dan lagi bete. baru duduk di kursi 1 menit langsung dapet panggilan. ditanya ini itu, dan diahiri dengan kalimat yang intinya : Jangan Pulang Sebelum Kerjaan selesai. Kalau sudah begitu, jam 10 pun saya akan masih duduk manis di kantor. duduk saya manis tapi senyum saya mesem-mesem.

Skenario empat : 

Gabungan skenario 3 ditambah sedang ada event dan deadline dan materi belum lengkap dan ada persiapan rapat besar. Saya sampai ga sanggup menuliskan gimana rasanya… tebak aja sendiri…

Jadi kalau persamaan matematika ala kantor saya : jam kerja tidak sama dengan 08.00 - 17.00 tapi sama dengan jam 08.00 - tergantung mood bos.

Kadang-kadang kalau lagi bener-bener capek, saya suka mikir, buat apa sih ini semua? Kenapa saya harus milih untuk ada di sini? Kalau sebenarnya saya bisa punya hidup yang lebih sederhana..lebih tenang..lebih membuat saya senyum dan yahh….lebih humanis begitu…

Capek badannya udah bikin saya sakit ini itu, mulai dari bronchitis lah, kena serangan jamur lah, infeksi ini itu lah..

Kalau ditanya tingkat kemakmuran.. mana bisa saya bangga kalau tiap bulan aja BEP melulu. Malah kadang-kadang defisit. Tabungan aja gak punya.

Akhirnya  12 jam dari 24 jam yang saya miliki saya habiskan di kantor. Kadang-kadang saya menikmatinya, juga mensyukurinya. Tapi kadang-kadang saya CAPEK!

Seperti hari ini saya CAPEK!

Pada suatu malam skenario 4. saat saya benar-benar gak kuat lagi. saya pergi menyetir ke monas bersama 2 orang teman. saya duduk di mobil dan memandangi monas. tugu megah itu di depan saya. landmark ibu kota itu dekat sekali dengan saya. di situ saya diam merenung… biat monas jadi saksi nya, saya lihat kedalam diri saya, kenapa saya harus ada di sini? menanggung beban perasaan yang rasanya berat banget…  Ini pilihan saya. Ini bener apa salah? Huff…

Saya rasa hal ini bukan dialami saya saja… bayangkan berapa banyak orang di Jakarta yang berlari setiap hari, mengejar waktu, mengejar uang, mengejar jabatan dan karir… tapi apakah yang mereka dapatkan sama imbang? Apakah mereka bahagia dengan hidup yang mereka pilih? Kehidupan yang mereka jalani?

Apa yang telah mereka tukar untuk mendapatkan ‘jakarta’ ? Bisa jadi keluarga mereka, bisa jadi diri mereka sendiri digadai demi ‘Jakarta’..

Pertanyaan saya, apakah mereka bahagia?

Jauh lebih dalam, apakah SAYA bahagia?

Mari cari jawabannya dengan tutup laptop dan pulang istirahat..

Jakarta, 1 11 11


1
Oct 25

Rules of Happiness

Keep active! Our brains hunger for it and mental idleness puts us in a bad frame of mind.

Be Sociable : Friendship, loving relationship, family, create framework in which we feel well cared for.

Focus : Enjoy the here and now. ‘Life is what happens to you when you’re busy making other plans’.

Have realistic expectations : Happiness is a question of what you expect. Don’t be too hard or too easy on your self.

Think good  thoughts : it’s more or less up to me to judge the events in my life.

Don’t take quest for happiness too far : Cries, struggles, tragedies can be constructive, leading to a new beginning.

Recognize the pleasure that work affords. Work is something that forces us to be active.

Keep your sense of curiosity alive, make your good ideas a reality, fill your days with life – not your life with your days.

-Precht -

copied from @desianwar


Oct 12

My Final Examination Day

Ini adalah dokumentasi hari sidang sarjana saya. Cerita ini ditulis oleh sahabat saya bernama Mariana Kurniawati. Dia adalah mahasiswi jurnalistik yang saat ini sedang bekerja paruh waktu di The Jakarta Post - Jkt di desk fotografer. Disela-sela waktunya Mariana membuat beberapa photo story, dan berikut ini merupakan salah satu hasil karyanya yang bertema betawi:

Tittle : Sarjana Ekonomi

eh penontooon, salam sejahtera ye buat semuanye.
ini aye, mau coba ngelenong, boleh kaga nih penontooon?
boleh ye.
apalagi ini cerita temen lenong kite-kite juge.
si mpok citra nih penontooon, udah lulus sarjana aje.
sarjana ekonomi lagi.
padahal dulunya nih ye, jaman SMA dulu, ni anak les matematika bareng sama aye.
denger-denger sih ye, semenjak si mpok kerja di kantor gedongan kompas gramedia, die jadi punya ilmu selangit.
sidang skripsi kemaren sih buat die kecil ajeee.
kaga masalah!

nah, biar makin yahud nih penonton, kite simak deh ye, foto berikutnye.
aye mencoba membawa bukti otentik, ce-ileee otentiiik, gimane si mpok citra beraksi waktu sidang skripsi.

nyok, kita lanjut.

noh, liat noh, penonton.
si mpok lagi berdebat.
dosennye aje sampe bengong begono noh.
soalnye si mpok berapi-api banget.
semangat.
kaya pejuang jaman 45 dulu gitu.
wah, emang deh juara ye mpok kite yang atu ni.

eeeh, tapi penonton, si mpok kalo kaga bisa jawab pertanyaan, die senyum-senyum aje begitu penonton.
malu die.
maklum, biar di kata udah punya ilmu selangit, tetep aje manusia biase ye, yang bisa lupa.
jadi harap maklum aje ye penonton.

tapi itu foto di sebelahnye sih bukan pas mpok citra ga bisa jawab pertanyaan.
foto itu sih, die lagi tegang, penongton.
soalnye dosennye mau ngasih tau, die lulus apa kaga.
kalo kaga lulus kan bahaya yah.
emaknye di rumah bisa pusing tujuh keliling lapangan Monas.
cape kan ye.

hihihi, si mpok bisa ketawa-ketiwi.
sidangnye udah selesei.
sambil nunggu dosen-dosennye rapat, die ngerumpi dulu sama lenongwan dan lenongwati lainnye.
tuh ada si mpok amel, si mpok chinny, sama bang ivan.

nah, biar ga semaput, si mpok citra kite kasih asupan makanan bergizi dulu penonton.
lumayan, pas ntu, ada yang jual batagor sama martabak mini.
enak juge.
murah lagi.
pas dah sama kantong kite-kite.

bukan, bukan penonton, ini bukan akad nikahnye si mpok citra ye.
ini akad…akad…akad sarjane.
hehe.
tuh die salam-salaman sama dosen penguji sidangnye.
katanye, “selamet ye, ente udah kaga bakal ngerepotin ane lagi,”.
mpok citra menjawab, “iye, bu. makasih ye. wo sekalang tambah pintel ngitung. ga usah lagi pake sempoa, wo sekalang mahil kalkulatol sama pintel bedagang,”.
hehe.
biaseee, cina-sunda-kebetawi-betawi

an mpok kite ni.
demennye kalkulator sama bedagang

cium pipi kiri-cium pipi kanan dulu dooong.
si mpok citra sudah menyandang gelar sarjana ekonomi.
tepuk tangan dong, penontooon!
plok, plok, plok. ter, ter, ter.
catet ye, sekarang mpok citra namanye jadi citra riyati terese, S.E.
selamet ye!

ruang sidang kenangan, ga lupa palunye.
yang dipake ngetok, penanda sah-sah-sah si mpok citra jadi sarjana.
tentunye sama lenongwati mpok chinny, sohib dari jaman sekolah dulu.
dan lenongwan bang ivan, tambatan hati deh ye.
terrrrr.

jadi penongton, sekian dulu foto-foto cerita sidang skripsi mpok citra.
ane mendoakan semoga bisa dimangpaatin itu gelar sarjana ye.
jangan buat dipake ngancem orang di pengkolan jalan.
sayang mpoook, susah dapetnye.
hehe

ini foto ceritanye perpisahan mpok citra sama gedung ekonomi.
tempat die menuntut ilmu bedagang selama empat taon.
tuh liat si mpok citra seneng begitu yah.
kalo kata temen aye yang orang jepang sih, sayonara gitu yah, penonton

Perfect Moment with a perfect person in my life…Terima Kasih Mariana..Kalau mau kenal lebih dekat dan tau foto story lain milik Mariana silahkan meluncur ke www.pppaper.com



Oct 09
Dan yang ini happy ending moment sama temen-temen… Ga akan bisa sampai di titik ini kalau ga ada sahabat yang nemenin… Thank u galz…

Dan yang ini happy ending moment sama temen-temen… Ga akan bisa sampai di titik ini kalau ga ada sahabat yang nemenin… Thank u galz…


Comments

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10